Selasa, 09 Mei 2017

Full moon

Malam ini, saat aku berjalan jalan di dekat stadion olah raga, mataku menangkap sinar terang dari jauh di atas. Kulihat pendar kuning menerangi pinggiran awan kelabu.

Ah. Rupanya bulan purnama.

Aku tahu itu bulan purnama, meskipun wujudnya tertutup langit mendung. Iya, itu purnama. Tidak mungkin salah. Tidak mungkin bulan separo, apalagi bulan sabit. Hanya purnama yang sinarnya sekuat itu.

Aku jadi ingat kisah temanku tentang purnama.

"Mungkin di kota besar tidak begitu kentara karena kalah oleh lelampuan," katanya,
"Namun di desa yang minim penerangan, bulan purnama memberikan perbedaan berarti pada pencahayaan."

Aku juga ingat masa-masa aku liburan di daerah sukabumi, aku menyadari terangnya bulan purnama membuatku bisa melihat lebih jelas di malam hari.

Iya, itulah hebatnya purnama.

Mungkin orang akan bilang aku "baper", namun sesaat, pikiranku tertuju pada pria bernama Purnama yang menjadi topik utama hari ini.

Semoga bisa terus bersinar ya, Pak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar