Kenapa saya harus menulis .... ??
22 tahun lalu, yaa tepat umur saya 6
tahun saya bermain ke rumah sepupu saya yang saat itu usianya sudah 15 tahun. Saya
begitu tertarik dengan isi kamarnya yang hampir 60% berisi buku, dari novel,
komik, sastra, pelajaran hingga buku-buku yang lainnya ( awal mula tertarik
dengan membaca ).
karena saya tidak seaktif anak seusia saya
yang hobi bermain akhirnya saya memilih untuk berada di dalam kamar dan mulai
membaca, buku pertama yang saya baca adalah mini novel lima sekawan karya enid
blyton berjudul “ five on treasure island “ ( lima
sekawan di pulau harta karun ) enid blyton mampu membawa para pembaca kedalam
novel, merasakan ketegangan yang terjadi, dan pembaca juga di ajak untuk
berfikir dengan segala kemungkinan. Semenjak itu saya mulai membaca banyak buku
karya enid blyton, lalu novel moby dick karya herman melville, R.L.STINE,
Kahlil gibran, tetsuko kuronayagi ( Totto chan- the little girl on window ) dan
dari ratusan buku yang saya baca selama ini , sebuah buku karya eleanor coerr “ Sadako and the Thousand paper cranes “ mampu
membuat saya berlinang air mata, cerita yang diangkat dari kisah nyata seorang
gadis yang terkena dampak bom hirosima ini mampu membuat saya bertanya “
bagaimana cara seorang penulis mampu membuat emosi pembaca naik turun seperti
ini ??” begitu hebat seorang writer itu, mampu membawa orang kedalam kejadian
di dalam tulisannya, kita bisa dibuat tertawa, menangis,marah,bingung, terkejut
dan berbagai ekspresi lainnya. Itulah yang membuat saya bermimpi untuk menjadi
seorang penulis, kenapa saya harus menulis?? Saya ingin merasakan sensasi
menulis dan tulisan saya dibaca banyak orang, saya ingin membawa para pembaca
kedalam pikiran saya. Yang saya truangkan dalam sebuah tulisan.
Voltaire seorang sastrawan revolusi
perancis pernah berkata :
“
writing is the painting of
the voice “
Saya
setuju dengan pendapat tersebut , karena saat kita tidak mampu berbicara dan
mengucapkan berbagai kata bukankah hanya dengan sebuah tulisan kita mampu
bercerita, mengungkapkan apa yang tidak terungkap, bercerita tentang imajinasi
kita,.
Kalau bisa diberi kesempatan saya
ingin tinggal di sebuah rumah yang di kelilingi taman bunga dan pohon bambu
disekitarnya ada sebuah danau kecil, di mana saya bisa mendengarkan suara
gesekan udara di batang pohon bambu, dan saya akan mendedikasikan hidup saya
untuk menulis banyak cerita yang akan menginspirasi dan membuat bahagia banyak
orang. Itulah tujuan saya dalam merealisasikan impian saya menjadi seorang
penulis.
Entah karena hobi membaca jadi saya
ingin menulis, atau karena saya orang yang lebih senang mendengar dan menulis
ketimbang berbicara terlalu lama. Saya menganggap menulis adalah hal yang
paling menarik di hidup saya. Jika sehari saya tidak menulis entah kenapa
sedikit ada yang kurang.
Ya penulis mampu melihat dunia dengan cara berbeda. Cara
yang mungkin tidak dilihat oleh kebanyakan orang, seperti J.K rowling mampu
membuat dunia khayalan untuk anaknya. Yang pada akhirnya mempengaruhi semua
elemen masyarakat di dunia, tidak hanya anak-anak dan para remaja namun juga
para orang dewasa. Mungkin itu yang akan selalu saya ingat dalam fikiran dan
hati saya agar saya terus mempunyai semangat dalam menulis.
f. scott fitzgerald pernah berkata “ you don’t write because you
want to say something, you write because you have something to say”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar