Kamis, 04 Oktober 2012

mangiare ( to eat )

pas kakak gue bilang kita makan di mangiare ( ;baca; manjare ) dikepala gue cuma terlintas rumah makan berbau jahe, serba jahe, dan andalannya adalah sekoteng and bajigur. dengan sedikt males gue meng-iyakan ajakan kakak gue. setelah sampe ditujuan gue liat jalan ini mah jalan nuju De Luit, emang ada manjare? dimana. pas kaka gue parkir disitu tertulis MANGIARE atau kalau gue artiin ke bahasa indonesia berarti "MAKAN" oh restoran itali d, tapi ada yang aneh ini cafe apa rumah huni??? suasana'a homey bgt. pas gue masuk gue masuk gw lebih terkejut lagi gak ada dinning room semua tempat ditata layaknya kamar, ruang tamu. persis dirumah peninggalan belanda. dan harga nya terjangkau banget. Seperti layaknya rumah, tiap ruang ditata dengan apik dengan perabotan serba kayu. Ada yang berupa ruang tamu dengan meja kursi khas Betawi. Ruangan lain ditata seperti ruang makan. Sedangkan ruang yang lain ditata seperti ruang keluarga, dilengkapi sofa empuk, TV 29 inchi dan meja kayu besar. Di Bagian belakang rumah, ada gebyok, rumah tradisional Jawa yang dilengkapi dengan kursi kayu panjang, lebar sehingga sangat nyaman untuk selonjor. Sementara kebun yang asri di kelilingnya memberi nuansa sejuk dan nyaman.Tidak hanya konsep yang unik dan tempat yang nyaman, menu di cafe ini memiliki rasa yang menggugah selera dan dipatok dengan harga yang cukup terjangkau, hanya dengan Rp 22.000,- anda sudah bisa menyantap Fetuccini yaitu mie Italia dengan lumeran keju mozarella atau lady pink stawberry yaitu yoghurt stawberry yang di padukan dengan ice cream vanilla seharga Rp 15.600,- . Cafe ini berlokasi tidak jauh dari pintu tol keluar Jagorawi. Letaknya berada di pinggir jalan sehingga mudah untuk menemukannya. 

tempat ini gue rekomendasiin buat lo" yang mau makan dengan suasana rumahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar